ngawi.pks.id — Tragedi meninggalnya seorang anak sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membuka mata publik tentang wajah kelam kemiskinan ekstrem. Bukan hanya soal kekurangan materi, tetapi juga tekanan psikologis berat yang diam-diam menghimpit anak-anak dari keluarga paling rentan.
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka), Eko Yuliarti Siroj, menilai peristiwa ini sebagai bukti nyata bahwa kemiskinan dapat merampas rasa aman, harapan, bahkan harga diri seorang anak. Dugaan bahwa korban mengalami tekanan karena ketidakmampuan orang tua membeli buku tulis menjadi gambaran getir realitas yang masih dialami banyak keluarga miskin ekstrem.
“Ini adalah tragedi yang sangat memilukan. Anak-anak seharusnya tumbuh dengan rasa aman dan penuh dukungan, bukan dibebani rasa bersalah karena kondisi ekonomi keluarga,” ujar Eko dalam keterangannya di Jakarta Selatan, Rabu (4/2).
Menurutnya, kemiskinan tidak bisa lagi dipahami sekadar sebagai masalah rendahnya pendapatan. Dampaknya menjalar hingga ke akses pendidikan, layanan kesehatan mental, dan pemenuhan hak dasar anak. Ketika kebutuhan sederhana seperti alat tulis tak terpenuhi, tekanan psikologis pada anak bisa menjadi sangat berat.
“Dalam kondisi seperti ini, anak bisa merasa tidak berdaya, minder, bahkan kehilangan harapan akan masa depan. Kemiskinan yang tak tertangani dengan baik berpotensi melahirkan luka psikologis mendalam,” jelasnya.
PKS pun mendorong pemerintah untuk memperkuat program perlindungan sosial dan pendidikan yang benar-benar menyentuh keluarga miskin ekstrem, khususnya di wilayah tertinggal seperti Nusa Tenggara Timur. Bantuan tidak hanya harus bersifat material, tetapi juga disertai pendampingan psikososial yang berkelanjutan.
Selain itu, Eko menekankan pentingnya kehadiran layanan kesehatan mental di sekolah dan komunitas. Guru, tenaga pendamping, serta aparat daerah perlu dibekali kemampuan mendeteksi tanda-tanda tekanan psikologis pada anak sejak dini.
“Perlindungan anak tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada jejaring yang kuat antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah agar tragedi seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, PKS mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu melawan kemiskinan ekstrem yang masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi Indonesia.
“Setiap anak berhak bermimpi dan meraih masa depan yang layak. Jangan biarkan kemiskinan mematahkan harapan mereka,” pungkas Eko.


























Comment