IMG-20260209-WA0021

 

ngawi.pks.id — Ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih masih sangat tinggi. Hingga kini, sekitar 96 persen kebutuhan nasional dipenuhi dari luar negeri, sementara produksi dalam negeri baru mampu menyumbang sekitar 4 persen. Padahal, kebutuhan bawang putih nasional mencapai kurang lebih 700 ribu ton per tahun, dengan harga di pasaran berkisar antara Rp17.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Kondisi ini membuat negara harus mengeluarkan dana hingga triliunan rupiah setiap tahun untuk impor bawang putih.

Anggota DPR RI Komisi IV, Riyono Caping, menilai ketergantungan impor ini bukan semata persoalan kemampuan produksi, melainkan akibat pola pikir yang selama bertahun-tahun dibangun seolah Indonesia tidak mampu swasembada bawang putih. Menurutnya, narasi tersebut justru membuka ruang bagi praktik impor yang sarat kepentingan.

“Sudah puluhan tahun masyarakat dicekoki anggapan bahwa bawang putih tidak mungkin diproduksi secara mandiri. Padahal, di balik itu ada kepentingan impor dan praktik rente yang nilainya mencapai triliunan rupiah,” ujarnya.

Riyono menegaskan, secara teknis dan teoritis, swasembada bawang putih sangat mungkin diwujudkan. Dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Karanganyar, Jawa Tengah, Direktur Jenderal Hortikultura memaparkan bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada bawang putih dalam waktu tiga tahun, dengan tahapan persiapan dimulai pada 2026 dan target tercapai pada 2029.

“Dengan komitmen kebijakan dan keberpihakan anggaran, swasembada bukan hal mustahil. Kita membutuhkan sekitar 100 ribu ton benih, lahan kurang lebih 120 ribu hektare, serta anggaran sekitar Rp7 triliun. Angka ini relatif masuk akal jika dibandingkan dengan kerugian akibat impor setiap tahun,” jelasnya.

Namun, ia mengakui bahwa tantangan terbesar bukan pada aspek teknis, melainkan pada kepentingan pihak-pihak yang selama ini diuntungkan dari impor. Ketergantungan pada bawang putih luar negeri terus dipertahankan dengan dalih kemudahan dan efisiensi, sementara petani lokal tidak mendapatkan kesempatan berkembang.

“Yang menikmati keuntungan justru petani dan pelaku usaha di luar negeri, sementara petani Indonesia terus tersisih. Ini ironi yang harus dihentikan,” tegasnya.

Riyono menambahkan, setelah beras dan jagung, bawang putih seharusnya menjadi komoditas strategis berikutnya yang diproduksi secara mandiri. Ia menilai visi Presiden tentang kedaulatan pangan harus diwujudkan melalui penguatan produksi dalam negeri, bukan dengan memperpanjang ketergantungan impor.

“Indonesia punya kemampuan dan sumber daya. Yang dibutuhkan adalah keberanian politik untuk berpihak pada petani dan kedaulatan pangan nasional,” pungkasnya.

Baja Juga

Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

PKS Perkuat Tata Kelola Internal, Raih Apresiasi Nasional atas Komitmen Integritas 2026

Rab, 11 Feb 2026 05:32:25am Bali, 11 Februari 2026 — (PKS) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola partai yang profesional dan berintegritas. Hal ini...

PKS Ingatkan Negara Hadir Jaga Stabilitas Harga Pangan Menjelang Ramadan

Sel, 10 Feb 2026 08:14:34am Jakarta — Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Dewan Pengurus Pusat menegaskan pentingnya peran negara dalam menjaga stabilitas harga dan...

PKS Tegaskan Bawang Putih Bisa Swasembada, Impor Justru Merugikan Petani Lokal

Sen, 9 Feb 2026 01:37:31pm   ngawi.pks.id — Ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih masih sangat tinggi. Hingga kini, sekitar 96 persen kebutuhan nasional...

Ketika Kemiskinan Mematahkan Harapan: Kisah Tragis Anak SD di NTT

Kam, 5 Feb 2026 12:10:51am ngawi.pks.id — Tragedi meninggalnya seorang anak sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membuka mata publik tentang wajah kelam...

Awas! Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar, Ini 8 Pelanggaran yang Jadi Target Utama

Rab, 4 Feb 2026 01:54:44am ngawi.pks.id -  Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, Operasi Keselamatan Semeru 2026 resmi digelar...

Indonesia Juara Dunia Soal Tidur, Ini Fakta Menarik di Balik Kebiasaan Istirahat Warganya

Sel, 3 Feb 2026 04:17:24am   Indonesia kembali mencatatkan prestasi unik di tingkat global. Dalam IKEA Sleep Report 2025, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai...

Darah Warga Gaza Mengalir, PKS Desak BoP Jangan Lindungi Israel

Sen, 2 Feb 2026 04:29:36am ngawi.pks.id— Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengecam keras serangan militer Israel yang kembali menewaskan warga sipil Palestina di Jalur Gaza,...

Refleksi 1 Abad Nahdlatul Ulama: Khidmat untuk Umat dan Bangsa

Sab, 31 Jan 2026 07:58:28am Peringatan Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama bukan sekadar perayaan usia, tetapi sebuah penanda sejarah tentang panjangnya pengabdian ulama dan warga...

2 Nikmat yang Sering Dilalaikan

Sab, 31 Jan 2026 12:54:04am Oleh : Ari Dwi Sulissetiawan, S.Pd بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ السَّلَامُ...

PKS Salurkan Bantuan Banjir Bekasi–Karawang, Legislator dan Relawan Bergerak Serempak

Jum, 30 Jan 2026 01:07:22am ngawi.pks.id — Bencana banjir yang melanda Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang mendorong respons cepat dari Anggota DPR RI Fraksi Partai...