Peringatan Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama bukan sekadar perayaan usia, tetapi sebuah penanda sejarah tentang panjangnya pengabdian ulama dan warga nahdliyin dalam menjaga Islam yang ramah, meneduhkan, dan berpihak pada kemaslahatan umat. Selama satu abad, NU telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia, sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga menghadapi tantangan zaman hari ini.
NU tumbuh dari tradisi keilmuan pesantren yang kuat, mengakar di tengah masyarakat, dan mampu berdialog dengan realitas sosial. Dakwah yang dijalankan NU tidak hadir dengan wajah keras dan memecah, tetapi dengan kebijaksanaan, keteladanan, serta penghormatan terhadap kearifan lokal. Inilah wajah Islam rahmatan lil ‘alamin yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam sejarah bangsa, peran NU sangat nyata. Para ulama dan santri bukan hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga berdiri di barisan terdepan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Komitmen NU terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945 adalah bukti bahwa keislaman dan kebangsaan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling menguatkan.
Kontribusi NU juga terasa kuat di bidang pendidikan dan sosial. Ribuan pesantren dan lembaga pendidikan yang dibina NU telah melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Pesantren-pesantren NU menjadi ruang pembentukan karakter, tempat nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan kepedulian sosial ditanamkan sejak dini.
Sebagai bagian dari elemen bangsa, Partai Keadilan Sejahtera memandang NU sebagai mitra strategis dalam membangun umat dan negara. Nilai-nilai keadilan sosial, kepedulian terhadap rakyat kecil, serta semangat persatuan yang diwariskan NU sejalan dengan komitmen PKS dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan kehidupan berbangsa yang bermartabat.
Di Ngawi, NU memiliki peran besar dalam menjaga kerukunan sosial dan kehidupan keagamaan masyarakat. Tradisi Islam yang moderat dan inklusif menjadi kekuatan utama dalam merawat persaudaraan, sekaligus benteng dari berbagai paham ekstrem yang dapat merusak harmoni sosial.
Memasuki abad kedua, tantangan yang dihadapi umat dan bangsa tentu tidak semakin ringan. Perubahan sosial yang cepat, arus globalisasi, serta persoalan keadilan dan kesejahteraan menuntut peran ulama dan organisasi keagamaan yang terus relevan dan responsif. Dalam konteks inilah, kehadiran NU menjadi semakin penting sebagai penuntun umat dan penjaga arah peradaban.
Atas nama Ketua DPD PKS Kabupaten Ngawi, M. Maihdha Munsyi, ST, kami menyampaikan Selamat Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama. Semoga NU senantiasa istiqamah dalam menjaga Islam rahmatan lil ‘alamin, merawat persatuan bangsa, dan terus mengawal Indonesia menuju peradaban yang adil, maju, dan bermartabat.
Satu abad telah dilalui dengan penuh khidmat. Semoga di abad selanjutnya, NU terus menjadi cahaya bagi umat, penyejuk bagi bangsa, dan penguat persatuan Indonesia.


























Comment