Bali, 11 Februari 2026 — (PKS) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola partai yang profesional dan berintegritas. Hal ini ditandai dengan apresiasi nasional yang diterima PKS dalam forum evaluasi tata kelola partai politik tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Pengakuan tersebut diberikan dalam agenda koordinasi nasional yang digelar oleh bersama (BRIN). Forum ini menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas tata kelola partai politik dalam memperkuat demokrasi substantif menuju Indonesia Emas 2045.
Sekretaris Jenderal PKS, , menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya soal penghargaan, melainkan bukti konsistensi partai dalam menjaga standar integritas organisasi dari pusat hingga daerah.
“Kami memaknai capaian ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh kader dan pengurus. Integritas bukan slogan, tetapi sistem yang dibangun melalui aturan, mekanisme pengawasan, dan budaya organisasi,” ujarnya.
Lima Pilar Tata Kelola Partai
Evaluasi yang dilakukan menitikberatkan pada sejumlah indikator utama, antara lain:
- Penerapan kode etik partai secara konsisten
- Demokrasi internal yang sehat dan partisipatif
- Sistem kaderisasi berjenjang dan berkelanjutan
- Rekrutmen berbasis merit system
- Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel
Kelima aspek tersebut menjadi fondasi dalam mengukur sejauh mana partai politik mampu menjalankan prinsip good political party governance secara nyata.
PKS dinilai mampu menjaga keseimbangan antara penguatan struktur organisasi dan pembinaan kader berbasis kapasitas serta integritas. Hal ini menjadi indikator penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi politik.I
Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Kholid menegaskan bahwa capaian ini bukanlah tujuan akhir. Sebaliknya, ia menyebutnya sebagai alat refleksi dan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan internal.
“Kami melihat hasil evaluasi ini sebagai cermin objektif. Partai politik yang kuat harus terus berbenah, memperbarui SOP, dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas,” tegasnya.
PKS juga menilai bahwa penguatan tata kelola partai merupakan syarat utama bagi demokrasi yang sehat. Partai yang tertib secara internal diyakini akan menghasilkan representasi politik yang lebih berkualitas di ruang publik.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, PKS berkomitmen untuk:
- Menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar penyempurnaan kebijakan internal
- Memperkuat sistem kaderisasi dan pendidikan politik
- Meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan
- Mengarusutamakan prinsip integritas di seluruh level kepengurusan
Langkah-langkah tersebut dipandang penting dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045, di mana partai politik diharapkan menjadi pilar utama demokrasi substantif yang kuat, kredibel, dan dipercaya masyarakat.
Dengan capaian ini, PKS berharap seluruh partai politik di Indonesia turut terdorong untuk meningkatkan standar tata kelola kelembagaan demi memperkuat sistem demokrasi nasional secara menyeluruh.


























Comment