Indonesia kembali mencatatkan prestasi unik di tingkat global. Dalam IKEA Sleep Report 2025, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara paling gemar tidur di dunia, dengan skor mencapai 73 persen. Posisi ini menempatkan Indonesia di atas Thailand dan Filipina dalam survei yang melibatkan 55.221 responden dari 57 negara.
Hasil ini menunjukkan bahwa tidur bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat Indonesia.
Survei global yang dilakukan oleh IKEA mengungkapkan bahwa mayoritas responden memandang tidur sebagai kebutuhan esensial untuk pemulihan tubuh dan mental. Tidur tidak lagi dianggap sebagai waktu “berhenti beraktivitas”, tetapi sebagai momen penting untuk mengisi ulang energi setelah menjalani hari yang padat.
Menariknya, penilaian dalam survei ini tidak hanya mengukur lamanya waktu tidur. Ada beberapa indikator utama yang digunakan, antara lain:
-
Kualitas tidur
-
Durasi tidur
-
Kondisi fisik dan mental saat bangun tidur
Pendekatan ini membuat hasil survei lebih komprehensif dan relevan dengan kondisi kehidupan modern.
Skor tinggi yang diraih Indonesia menunjukkan bahwa banyak masyarakat mampu mendapatkan kualitas tidur yang relatif baik, meskipun di tengah tantangan seperti tekanan kerja, kemacetan, hingga paparan gawai yang tinggi.
Budaya istirahat, fleksibilitas waktu, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diduga menjadi faktor pendukung tingginya skor Indonesia dalam laporan ini.
Para ahli kesehatan sepakat bahwa tidur berkualitas berperan besar dalam:
-
Menjaga daya tahan tubuh
-
Meningkatkan konsentrasi dan produktivitas
-
Menstabilkan emosi dan kesehatan mental
Hasil IKEA Sleep Report 2025 menjadi pengingat bahwa menjaga pola tidur bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas hidup.
Dengan capaian ini, Indonesia bukan hanya “gemar tidur”, tetapi juga menunjukkan bahwa tidur berkualitas adalah bagian penting dari keseharian masyarakatnya.


























Comment